Archive for the 'Ubuntu World' Category

Simple Video Editing In Ubuntu Linux with PiTiVi

Kebutuhan editing video saat ini cukup bagus prospeknya. Terutama untuk acara-acara yang memiliki kesan tersendiri seperti acara ulang tahun, family gathering,wisata bersama ataupun nikahan yang sederhana saja. Nah.. jika akan membuka usaha tersebut bukannya tidak mungkin menggunakan software-software yang gratisan, terutama yang berjalan di linux. Karena software yang berbayar untuk melakukan video editing seperti ini umumnya harganya cukup tinggi.

Nah untuk menghemat biaya software dari usaha jasa video editing sederhana ini dapat menggunakan software “PiTiVi”

Software video editing di linux cukup banyak pilihannya, ada PiTiVi, Kdenlive, LiVES dan cinelerra. Namun saya belum sempat membandingkan satu persatu software itu semua. Software PiTiVi ini dapat digunakan untuk melakukan editing video sederhana seperti menggabungkan beberapa file video, memecah file video menjadi beberapa scene atau file dan menghapus atau menambah scene yang ada.

Sebetulnya software pitivi ini sudah inculde bawaan dari Ubuntu 10.04, namun baru kali ini saya mencobanya :) .

Bagi pengguna linux selain ubuntu 10.04 yang memang software pitivi ini belum include secara default, namun bisa di download di : http://ftp.gnome.org/pub/GNOME/sources/pitivi/ dan untuk yang menggunakan ubuntu dan debian tinggal ketik saja di console terminal : # aptitude install pitivi

Ada menu pengaturan juga untuk software PiTiVi ini :

Menu untuk pengaturan project yang akan dibuat juga tersedia agar hasil videonya sesuai dengan yang di inginkan :

Jika ingin memasukan file yang akan di edit, tinggal insert saja di menu “import clip”

Setelah selesai dengan pengaturan scene pada video yang kita edit, tinggal kita render saja dengan menekan tombol “Render project”

Untuk lebih detail tentang penggunaan software PiTiVi ini silahkan download di : http://www.pitivi.org/manual/

Pada saat merender video, maka load dari processor dan ram komputer akan meningkat :) lumayan drastis, biasanya yang paling tinggi loadnya adalah processor dari komputernya. Waktu yang dibutuhkan untuk merender video ini sangat tergantung dari besar file video dan spesifikasi hardware yang digunakan.

Jadi dengan linux saat ini kita sudah bisa membuka jasa video editing sederhana. Selamat mencoba…

Dony Ramansyah
site : http://dony-ramansyah.bravehost.com
blog : dony-ramansyah.blogspot.com
email : dony.ramansyah[at]gmail.com
Registered linux user : ID 400171

Ubuntu Electronics Remix

Anda suka ngoprek barang-barang elektronika? Dulu sewaktu masih kecil saya suka merakit alat-alat elektronika sederhana seperti lampu Flip-Flop :D . Saat ini Ubuntu mempunyai turunan yang dikhususkan untuk penggunaan bidang elektronika. Sebut saja Ubuntu Electronics Remix atau disingkat UER. UER ini disertakan aplikasi-aplikasi yang berbasis Free Open Source. Anda dapat mengunduh kemudian di burning ke DVD atau dibuat startup menggunakan USB FlashDisk Creator. Berkas UER cukup besar mendekati 1 GB. Untuk mendapatkan UER dapat unduh di http://mbmn.net/uer/getting-started/.
Didalam UER ditawarkan beberapa fitur menarik diantaranya :
- Design PCB dan Circuit
- Pengembangan Embedded
- Pemrograman HDL (Hardware Description Language)
- Kalkulator Resistor
- Simulasi Circuit
- dan lain-lain

Selain itu juga disediakan beberapa dokumen tentang penggunaan Ubuntu. Bahkan di-website resminya disediakan beberapa tutorial. UER saat ini masih berbasis Ubuntu 9.10. Semoga saja rilisnya Ubuntu 10.04 LTS, UER juga akan merilis versi LTS. Untuk informasi lebih lengkap kunjungi http://ubuntuelectronicsremix.net/

Virtualization di Linux

Saya ingin mengulas sedikit mengenai Virtualization di Linux, dimana saya telah membahas sedikit mengenai Tend Virtualization yang sedang hangat saat ini dikalangan IT.

Untuk mendukung Virtualization ini tentunya digunakan software khusus untuk membuat virtualisasi dari suatu Operating System (OS). Selain software tentunya Hardware juga harus mendukung Virtualization secara penuh, terutama processor.

Software untuk Virtualization di Linux cukup banyak pilihannya, dari yang berbayar sampai yang gratisan. Umumnya software tersebut juga ada di platform OS Windows.

Untuk yang berbayar ada VMware yang sudah terkenal sejak dulu untuk melakukan virtualisasi yang sangat baik. Tersedia untuk flatform OS Windows dan Linux. Saat ini juga telah mensupport processor yang mendukung virtualization, baik dari yang berbasis Intel maupun AMD.

Untuk software virtualisasi yang gratis atau free, ada VirtualBox dan Qemu. Kedua-duanya juga sudah mendukung virtualization pada processor saat ini dan tentunya dapat dikonsumsi gratis oleh siapa saja. Feature yang ditawarkan juga tidak kalah dengan yang berbayar. Terutama VirtualBox yang sangat mirip GUI interfacenya dengan VMware. Untuk Qemu memerlukan instalasi kernel khusus untuk mengaktifkan mode virtualisasi full pada processor yang digunakan, sementara VirtualBox tidak memerlukannya, karena by default sudah mensupport processor yang mendukung virtualization.

Untuk memilih processor yang sudah mensupport virtualization, anda bisa mengeceknya di web masing-masing. Untuk intel bisa di cek disini, dan AMD dapat juga mengecek di websitenya disini. Untuk Intel biasanya dikenal dengan teknologi Intel VT-x dan AMD biasanya disebut teknologi AMD-V.

Teknologi pada processor ini memungkinkan Operating System (OS) yang kita emulasi atau yang ada didalam virtualisasi dapat menggunakan atau mengakses processor secara langsung seperti menggunakan OS langsung tanpa di virtualisasi. Sehingga OS yang di virtualisasi akan memiliki kecepatan,feature dan kompatibilitas terhadap processor yang sama jika menggunakan OS yang tidak dalam software virtualisasi.

Di Ubuntu (karena saya menggunakan Ubuntu) dapat mendownload Qemu dari Synaptic maupun dari console termoinal yang ada :

$ sudo apt-get install qemu qemu-launcher qtemu

Untuk VirtualBox silahkan download disini

Untuk di Linux saya menyarankan untuk menggunakan VirtualBox, karena tidak memerlukan kernel khusus untuk mengaktifkan feature dari processor yang mendukung virtualization dan juga tampilan GUI nya akan sangat familiar bagi pengguna VMware sebelumnya.

Jadi kita tidak perlu khawatir menggunakan server berbasis Linux jika ingin menggunakan teknologi virtualization yang sedang trend saat ini. Walaupun di Linux memerlukan software tambahan lagi. Untuk server yang menggunakan Ubuntu silahkan untuk menggunakan Ubuntu Server atau kernel server, karena tentunya kita membutuhkan Memory RAM yang cukup besar jika akan melakukan virtualization ini.

Dony Ramansyah
site : http://dony-ramansyah.bravehost.com
blog : dony-ramansyah.blogspot.com
email : dony.ramansyah[at]gmail.com
Registered linux user : ID 400171

Menikmati KDE 4 di (K)Ubuntu

KDE

Dengan dirilisnya KDE 4.0, maka tonggak sejarah baru desktop Linux juga ditorehkan. Sejak awal, KDE 4.0 dibuat sebagai sebuah desktop yang benar-benar baru.

Salah satu fitur baru yang disematkan dalam KDE 4.0 adalah Dolphin, sebuah desktop file manager pengganti Konqueror. Namun Konqueror belum kehilangan posisi sebagai web browser default.

Dolphin File Manager

Dolphin file manager diakui terinspirasi dari File Manager under Mac, Finder. Plus ditambah janji mempercantik desktop dengan Oxygen Theme.

Oxygen Theme

Perbaikan lain diwakili oleh Phonon (multimedia framework), Okular (document viewer yang mendukung OpenUsability) , dan Gwenview (image viewer). Sedangkan Konsole terminal menawarkan kemampuan split view (jadi kayak mc dong?). Tapi desktop shell default diserahkan kepada Plasma. Games pun dijanjikan akan diupdate.

Bedanya pengembangan KDE dengan Windows adalah: Windows terbaru membuat hardware terasa usang, tapi KDE 4.0 sempat digosipkan menawarkan perbaikan kinerja di hardware usang (yah setidaknya niat awalnya memang begitu, walaupun hasil akhirnya belum tentu juga).

Untuk menikmati KDE 4.0 di Gutsy Gibbon, silahkan ikuti pengalaman orang lain yang sudah melakukannya. Bagi yang tidak mau menantang resiko, Kubuntu sudah merilis remaster KDE 4.0. Silahkan unduh.

Jika Anda mau sedikit bersabar, maka KDE 4.0 akan dipaketkan secara resmi pada rilis Ubuntu Hardy Heron (8.04) bulan April 2008 nanti.

Full Circle Magazine #8

cover

This is the headline ;
* Mythbuntu - Step-by-step Install
* How-To : Install Wubi, Get a Christmas Desktop, Multi Boot Linux and Learning Scribus Pt.8.
* Review of TomBoy.
* New Column for Ubuntu Women
* Letters, Q&A, My Desktop, Top 5 and more!

Download Here

Remote Desktop Pada Ubuntu

Hari ini baca RssReader ada update dari freshmeat software untuk remote desktop ubuntu, nama softwarenya Nomachine NX, setelah di check di link ini, teryata software ini sangat menarik sekali karena mengizinkan login multisession dengan id yang berbeda-beda dan serta tidak boros bandwidth juga bisa di remote dari MacOS, Solaris, dan windows. NX sendiri menyediakan versi Server untuk Linux (.rpm dan .deb & .tar.gz ) dan Solaris, dan client untuk linux, MacOS, Solaris, dan windows.

Proses instalasi sangat gampang setelah selesai download, dari desktop kita langsung klik aja, yang pertama di install versi client kemudian node dan server, setelah proses installasi selesai pastikan NX sudah running dengan perintah sbb :

sudo /usr/NX/bin/nxserver --status

Read the rest of this entry »

Full Circle Magazine #7

Bos semua Full Circle Magazine #7 dah keluar silahkan ambil