ready boost di Ubuntu,, bisa juga kok

Salah satu fitur Windows Vista adalah fitur untuk meningkatkan performa komputer dengan menambah memory yang sudah ada menggunakan USB Flash Drive. Fitur ini disebut dengan Ready Boost, sehingga bila kita memiliki Windows Vista dengan RAM 1 GB, kemudian kita tambahkan Flash Drive 1 GB lagi, maka komputer tersebut secara keseluruhan memiliki RAM sebesar 2 GB. Sebuah cara yang menarik untuk meningkatkan performa komputer.

Tapi sebenarnya cara Windows itu agak ketinggalan bila dibandingkan dengan yang telah dipersiapkan oleh sistem operasi UNIX. Sistem operasi UNIX ( Linux, BSD Family, dll) sudah mempersiapkan swap memory sebagai virtual memory yang menyokong kebutuhan memory OS selain RAM yang sudah ada. Dalam default penginstallan UNIX, pasti diminta juga untuk membuat swap memory minimal sebesar memory RAM yang ada dan rekomendasinya dua kali besar RAM. Jadi bila komputer anda memiliki RAM 1 GB, dan swap memory sebesar 2 GB maka sistem anda bisa memakai RAM sebesar 3 GB dalam pengoperasiannya. Prioritas utama adalah dari memory RAM, kemudian baru ke swap memory bila space memory RAM telah habis digunakan.

Swap memory tadi diambil dari harddisk tempat kita menginstall OS Unix itu. Permasalahannya adalah ketika kita cuma punya space harddisk yang tidak terlalu banyak, sehingga tidak bisa mengalokasikan swap memory yang cukup besar untuk mendukung sistem.Tambahan memory seperti yang dilakukan oleh Windows itu bisa jadi salah satu solusi, yaitu menambah memory dari USB Flash Drive.

Kebutuhan memory dan swap memory sangat terasa pada sistem operasi UNIX ( kali ini di uji coba di Ubuntu 7.04 ) bila memakai 3D desktop seperti beryl dan untuk keperluan hibernasi. Dua hal tersebut sangat banyak memakan memory, dan bisa menjadi masalah bila spesifikasi hardware kita terbatas ( RAM 512 MB dan swap memory hanya bisa maksimal 512 MB ), desktop Beryl tidak akan bisa berjalan lancar dan program hibernasi tidak akan jalan.

Di Ubuntu ( juga OS Unix yang lain ) dapat juga menambah memory dari Flash Drive seperi Ready Boost nya Windows, cara nya sebagai berikut :

  1. Masukkan USB Flash Drive pada port USB di komputer anda (biasanya di Ubuntu langsung bisa terdeteksi dan langsung di mount).

  2. Check partisi apa saja yang sudah di mount oleh sistem dan jenis file sistemnya dengan perintah:

    blkid

    Sehingga didapatkan baris berikut ini :

    /dev/sda1:
    TYPE=”ntfs”/dev/sda5: TYPE=”ntfs”
    /dev/sda6: TYPE=”ntfs”
    /dev/sda7: UUID=”57927b99-f50a-4246-8ede-d3e2ccd6d5b7″ TYPE=”swap”
    /dev/sda8: UUID=”b0e9ff34-f8a7-4c52-af23-586a6d92a070″ SEC_TYPE=”ext2″ TYPE=”ext3″
    /dev/sdb1: LABEL=”HENDR@” UUID=”C8F3-0CB6″ TYPE=”vfat”

 

Catat device USB FlashDisk anda , pada bari di atas USB saya terdeteksi sebagai /dev/sdb1 dengan label=”HENDR@”.

  1. Umount flash disk anda dengan perintah :

    sudo mount /media/usbname

(dalam kasus ini /media/HENDR@, berbeda pula dengan kasus anda tergantung nama Flash Disk anda).

  1. Kemudian buat swap file di device flash disk tersebut dengan perintah :

sudo mkswap /dev/sdb1

Sehingga akan keluar tulisan sebagai berikut :

Setting up swapspace version 1, size = 1031761 kB
no label, UUID=d62b8f2c-4d1a-4b61-8ad8-20e59cc9fb24.

Dari tulisan di atas terdapat informasi kapasitas flash disk anda yang akan digunakan sebagai swap (Ready Boost).

  1. Setelah itu aktifkan swap yang baru anda buat dengan perintah :

    sudo swapon -p 32767 /dev/sdb1

    Option -p 32767 berarti flash disk anda mendapat prioritas tertinggi sebagai swap file ( priority swap dapat diset antara 0 sampai 32767, dimana semakin tinggi angkanya berarti prioritasnya semakin tinggi untuk digunakan ).

  2. Check apakah swap baru anda ( Ready Boost with Flash Drive ) sudah aktif dengan perintah :

    cat /proc/swaps

    sehingga didapatkan baris sebagai berikut :

    Filename Type Size Used Priority
    /dev/sda7 partition 2072344 0 -1
    /dev/sdb1 partition 1007576 0 32767

  3. Periksa jumlah swap file anda dengan mengetikkan perintah top.
  4. Untuk menonaktifkan swap anda, gunakan perintah :

swapoff /dev/sdb1

Selamat mencoba semoga bermanfaat :)

 

Comments are closed.